Hujan dan Kamu adalah Rindu



di kota ini, kamu dan aku pernah menjadi kita. memeluk membisik meyakinkan semuanya baik-baik saja. Saat hujan, di kota ini menjadi dingin, dimana kamu sudah lelah mengikat angin. ini hanya hujan,, bukan duka ataupun kesedihan lainnya. biarkan jejak-jejak sejarah itu terhapus oleh merdu suaranya. 

duduklah, biarkan dia tau ini hanyalah tentang kamu dan hujan. biarkan rindu-rindu yang jatuh di dada mengerti bahwa hati ini perlu bahagia. meski mendekap mu hanyalah bayang, namun kamu dan aku berada di pijakan bumi yang sama.  

hujan adalah puisi yang dijatuhkan Tuhan diantara usaha ingin betahan dan rasa sesak untuk saling melepaskan. di dadaku kamu adalah rindu tanpa ampun, yang ku jaga disetiap hujan mulai turun dibawah mata ku. ku peluk erat bersama ingatan dan doa-doa, tidak lain untuk meyakinkan kamu tetap ada. 

kala hujan turun di kota ini, aku selalu membayangkanmu berada disini, menemaniku melarutkan sepi, menikmati tiap detik tetes air yang turun dari langit, lalu aku melihatmu tersenyum seolah kamu mengatakan :"kamu dan hujan adalah rindu". 

menuju senja, kamu pun mulai pergi mengikuti terbenamnya matahari. memberi tanda bahwa itulah senyum pengobat rindu, lalu pergi bersama sisa-sisa air hujan di atas tahan dan jalan yang sebagian menggenang. aku tidak akan sanggup menahan rindu ini sendirian, melawan sepi dan memikirkan mu disela hujan. 

kini kamu, hujan dan rindu adalah satu, mengiringi ku disaat pagi, siang dan malam menjelang. aku ingat kembali kamu bersama kenangan-kenangan masa lalu di setiap doa yang tertuang. harus kamu ingat kembali bahwa rasa ini tidak pernah hilang, bahkan saat hujan telah berhenti. tapi saat nya kini aku lepaskan kamu, hujan dan rindu untuk pergi, karena diri ini perlu bahagia tanpa menemukanmu lagi. 





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Magang Bakti BCA 2018

magang bakti CSO 383

What do you know abaout PACARAN?