Tentang Cinta, Tentang Persahabatan, Tentang melepaskan
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan
dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa
hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman
yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu
datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan
dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah
kemana.”
*Tere Liye, Novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci
angin"
iklas itu kaya gini, kita merawat burung yang terluka sampai
sembuh padahal kamu tahu bahwa burung itu mempunyai sayap dan akan terbang
jauh.
iklas itu memafkan kemudian melupakan..
awalnya kita sering berfikir bahwa melupakan itu sulit,
kecuali ada seseorang lagi yang datang menjadi pemenang. bagaimana kita bisa
melepaskan jika bayangan itu masih saja melekat. setiap kali makan, membaca
buku, kuliah, mau tidur dan bahkan itu terjadi setiap detik. aku rasa kalian
pernah mengalami fase seperti ini.
yang kita harus tanamkan adalah lakukan dengan tulus.
seperti saat kalian mencintainya,
Aku pernah menjagamu, begitu kuat. Hingga kau memaksa lepas,
separuh sadarku hampir tak waras. Lalu, dia datang sebagai penenang.
-boy candra-
Bukan rasa sakit saat kau pergi, melainkan kenangan-kenangan
yang telah kamu tinggalkan. meyakinkan diri sendiri bahwa dia tidak akan lagi
menemani bahkan menjaga kita.
kalian pasti sempat berfikir bahwa, lebih baik aku sakit
asal selalu ada didekatmu dari pada harus pergi dengan menggenggam rasa cinta.
ini adalah galau nya para remaja. ya sepertinya aku termasuk. di umur kita yang
sudah menginjak kepala dua, harusnya lebih memahami tentang bagaimana menerima.
menyikapi dengan kelapangan hati. tetap tersenyum walau menyembunyikan rasa
kecewa.
lihatlah sekeliling kalian,,
ada banyak hal yang bisa kita lakukan diluar sana, menghabiskan waktu
untuk tidak mengingatnya. sahabat salah satunya, dia yang sedikit lebih gila
dari pada biasanya, dia menghibur kita mati-matian agar kita bisa tertawa.
senang sekali mempunyai sahabat seperti ini,, tertawa ga jelas, nyayi
sekenceng-kencengnya walau suaranya terlihat vales, hingga nangis
tersendu-sendu bareng. seakan-akan dia merasakan apa yang kita rasakan bukan.
seperti pribahasa ini :
Teman akan memberitahu ada nyamuk di jidat kita.
Sahabat sejati, dia justeru akan langsung menepuk nyamuk itu
tanpa bilang-bilang.
Teman akan mentraktir kita makan.
Sahabat sejati, dia justeru akan memakan dengan santai
makanan yang kita simpan baik-baik.
Teman akan memberitahu dia sedang bete....
Sahabat sejati, dia langsung bercerita semuanya, tumpah,
tanpa peduli kita sedang ada waktu atau tidak mendengarnya.
Itulah kenapa sahabat sejati selalu spesial. Merepotkan
kadang, menyebalkan memang, tapi selalu menyenangkan mengalaminya lagi, lagi
dan lagi.
walau hanya sesaat dan kita akan tetap merasa sedih lagi,
setidaknya beberapa waktu lalu dia merebut waktumu agar tidak memikirkannya.
Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita
mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer
sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup
untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan,
berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak
mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas.
Air mata akan kering. Tawa juga akan lenyap. Tapi kenangan,
akan tertulis abadi. Bahkan saat kita benar-benar tidak mengingatnya lagi,
boleh jadi dia tetap terbaca di hati orang lain.
Maka berhati-hatilah menulis kenangan. Tidak mudah
menghapusnya. *Tere Liye
Terlalu mencintai sesuatu, seringkali membuat kita buta.
Tutup mata dengan kekurangan2, yang boleh jadi merusak.
Terlalu membenci sesuatu, juga seringkali membuat kita buta.
Tutup mata dengan kebaikan2, yang boleh jadi bermanfaat.
jadi cukup yang sedang sedang saja, karena sesuatu yang
berlebihan pada akhirnya akan tidak baik.
misal : Salah satu penyebab gagalnya sebuah hubungan adalah
karena kita berlebihan menganggap seseorang itu sempurna. Maka, ketika ada
sesuatu yang mengecewakan, sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan di awal,
masalahnya akan membesar dan kemana2.
Dan Kenapa sesuatu itu terasa menyakitkan? Karena kita lawan
kenyataannya. Akan berbeda sekali jika kita terima. Serta merta semua jadi
berubah begitu mudah.Mudah dipahami, mudah dilewati.Tapi sekali kita lawan,
dustakan, maka dia akan terus menghimpit sesak hidup kita. Terus mengikat
kaki-kaki, dan tangan2 kita.
Sajak *HUJAN
Setiap tetes air hujan
Meski milyaran jumlahnya
Memiliki makna dan artinya
Hanya saja, kita tidak tahuKita bahkan tidak peduli...
Pun sama
Setiap kesedihan dan kemalangan anak manusia
Milyaran jumlahnya
Memiliki makna dan artinya
Untuk yang satu ini, kita sebaiknya mencari tahu
Satu tetes mungkin agar kita belajar bersabar
Tetes lainnya agar kita belajar melepaskan
Yang satunya lagi agar kita pandai bersyukur
Yang berikutnya agar kita semakin kuat
Tidak ada tetes kesedihan dan kemalangan yang keliru
Bahkan ketika itu termasuk azab Tuhan sekalipun
Agar setelahnya, melewati seluruh rasa sakitnya dengan
ihklas
Kita dibasuh hingga bersih
Terlahir kembali dengan pemahaman terbaik
mulailah kembali pada jalur dimana kita sama sekali tidak
pernah memikirkan ini sebelumnya, lapangkanlah hati kita selebar mungkin,
menerima dan bersyukur atas semua kejadian yang menyakitkan, karena orang orang
sukses diluar sana berkembang dari hati yang sering diombang ambingkan pahitnya
kehidupan.
yakinkan diri sendiri dan terus berdoa bahwa jodoh akan
datang setelah kita sudah siap.
rizke diana putri
student law in muhammadiyah tangerang university
It is very good which we have actually written so worthwhile information.I am happy that I discovered your website. I am anticipating browse different, interesting post.
BalasHapus